Oleh Megan Gannon | LiveScience.com
Sebuah robot baru yang diberi
nama “Meshworm” mampu merenggang dan mengkerut untuk merayap di tanah
seperti seekor cacing tanah. Namun tidak seperti cacing tanah asli yang
hidup, makhluk buatan tersebut cukup kuat dan bahkan mampu bertahan dari
pukulan sebuah palu.
“Anda dapat melemparkannya dan benda
tersebut tidak akan hancur. Kebanyakan bagaian mekanis itu rapuh dan
kecil, namun bagian mekanis di Meshworm terbuat dari serat/berserabut
dan fleksibel,” kata peneliti teknik mekanis Sangbae Kim dalam
pernyataan dari MIT. “Ototnya lembut, dan tubuhnya pun juga lembut...”
Cacing
tanah memiliki dua jenis otot dalam tubuh mereka yang bekerja secara
bersama-sama untuk membantu pergerakan mereka di tanah. Otot sirkuler
yang membungkus tubuh cacing untuk bergerak maju dan otot berserabut
yang membantu cacing untuk bergerak ke kanan dan ke kiri.
MIT
mengatakan dalam pernyataannya bahwa para peneliti mencoba untuk
membuat tiruan dari struktur cacing tadi ke dalam robot mereka. Mereka
membuat sebuah tubuh berbentuk tabung yang panjang dan dilengkapi dengan
lembaran polimer yang fleksibel dan membuat otot buatan yang terdiri
dari logam nikel dan titanium. Seperti otot pada cacing tanah, beberapa
kawat metal tersebut dililitkan ke seluruh tubuh robot dari depan ke
belakang.
Sebuah baterai kecil dan papan sirkuit ditambahkan ke
tabung untuk memanaskan kawat di bagian tertentu dari tubuh robot. Panas
menyebabkan “otot” berkontraksi dan para peneliti mengembangkan
algoritma untuk mengendalikan kawat untuk memanas dan mendingin, yang
akan menciptakan pola gerakan yang berbeda.
Meskipun kecil,
Meshworm cukup kuat. Robot tersebut mampu terus bergeliat walaupun
setelah diinjak, dilempar dan dipukul dengan palu. Para peneliti yakin
bahwa robot lembut seperti Meshworm dapat digunakan untuk menjelajah
celah sempit dan berjalan di permukaan yang tidak rata. Model Meshworm
itu bahkan dapat juga dapat diterapkan dalam alat-alat elektronik,
endoskopi, implan, dan prostetik.
“Meskipun tubuh robot jauh
lebih sederhana dari seekor cacing asli, hanya memiliki beberapa segmen,
kemampuan robot tersebut terbilang cukup mengesankan,” ungkap Kellar
Autumn dari Lewis and Clarck College. “Saya memperkirakan beberapa
dekade dari sekarang kita akan melihat perubahan bentuk dari otot buatan
ini dalam berbagai jenis produk seperti telepon seluler, laptop dan
kendaraan.”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar